Sejuta Marbot

Namanya Pak Ade, Marbot Musolla Al Istiqomah. Pria lulusan pesantren itu mengajar di rumah wasiat yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

“Pak Ustaz, rumah ini buat bapak, asal ajarkan anak-anak disekitar sini di rumah ini,” kata almarhum saat itu.

Di tahun 2019, saat membersihkan Musolla Istiqomah, Pak Ade terpeleset dan jatuh di tempat. Ketika berobat, dokter pun memvonis bahwa dia mengalami stroke ringan. Sehingga mengakibatkan badannya kaku sebelah dan jalannya menjadi timpang. 

Akibat penyakit yang dideritanya, kini Pak Ade hanya bisa mengajarkan baca tulis quran di rumah yang diwasiatkan kepadanya. Padahal sebelum kejadian, biasanya Pak Ade bisa mengajar ke beberapa tempat.

Tidak ingin menyerah dengan keadaan. Pak Ade pun berupaya untuk berobat. Sudah beberapa kali dokter ia temui. Bahkan Pak Ade juga pernah diurut. Namun manusia hanya bisa berusaha.  Hingga sampai hari ini penyakitnya belum kunjung sembuh. Belum lagi karena keterbatasan biaya dan tidak ada yang mengantar ke dokter, membuat pengobatan Pak Ade menjadi terhambat. Kini, Pak Ade pasrah dengan penyakitnya.

Ketika tim UCare Indonesia mengunjungi Pak Ade, Nampak semangatnya dalam mengajarkan mengaji tetap membara. Meski harus dituntun ketika menuju ke musolla.

Kegigihan Pak Ade dalam melawan keterbatasannya dan motivasinya untuk mengajarkan anak-anak mengaji di sekitar rumahnya menjadi alasan Ucare Indonesia untuk membantu Pak Ade.

 

Dear orang baik, yuk bersama kita bantu Pak Ade agar semakin semangat dalam mengajarkan anak-anak untuk baca tulis Quran.